Menanti sebuah uluran tangan
Yang menuntunk pada kebenaran
Kini kau jauh di angkasa
Kau tinggalkan aku sebatangkara
Ucapanmu membuatku membisu
Teganya kau ucapkan perpisahan itu
Ku sadari semua kenyataan ini
Ternyata bukan sebuah halusinasi
Mungkin ini adalah takdir ilahi
Aku berharap kepergianmu sementara
Dan tidak membiarkan hati ini tersiksa
Karena aku tak sanggup untuk sendiri
Untuk menitih jalan kehidupan ini
Hanya kau yang mampu menemani
Yang mampu mengisi relung hati
Dan menghiasi hari-hari yang sepi
Kawan kaulah sahabat sejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar